Mengenal Ghazwul Fikri Dan Bahayanya

 

Mengenal Ghazwul Fikri

 

 Secara bahasa , ghazwul fikri terdiri dari dua suku kata yaitu  ghazwah dan fikr. Ghazwah berarti serangan, serbuan atau invansi. Sedangkan fikr berarti pemikiran. Jadi, secara bahasa ghazwul fikri diartikan sebagai invansi pemikiran. Sebagian orang menyebut ghazwul fikr dengan istilah perang ideologi, perang budaya, perang urat syaraf, dan perang peradaban. Intinya, ia adalah peperangan dengan format yang berbeda, yaitu penyerangan yang senjatanya berupa pemikiran, tulisan, ide-ide, teori, argumentasi, propaganda, dialog dan perdebatan.

Sejarah Ghazwul Fikri sudah ada setua umur manusia, makhluk yang pertama kali melakukannya adalah iblis laknatullah ketika berkata kepada Adam AS., “ Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan buah ini supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat dan tidak dapat hidup abadi. “ (Q.S.Al – A’Raaf:20).

Ghazwul Fikri di era modern pertama sekali digagas oleh raja Louis XIV setelah dikalahkan oleh umat muslim dalam perang salib. Raja Louis berpendapat bahwa dengan peperangan saja tidak dapat mengalahkan umat Islam, makanya invasi pemikiran lah yang harus diterapkan kepada umat Islam.

Alasan bangsa barat lebih memilih ghazwul Fikri:

Pertama, Sulitnya mengalahkan umat islam secara militer. Hal ini membuat mereka stress karena mereka sudah banyak memakan biaya yang tidak sedikit, tenaga yang besar bahkan telah mengorbankan warga-warga mereka dalam perang fisik itu yang juga tidak sedikit warga mereka yang tewas.

Kedua, karena biayanya lebih rendah, mereka tidak perlu membeli tank-tank, pesawat-pesawat, amunisi. Yang mereka perlukan hanya menyebarkan ide-ide yang mereka usung keseluruh belahan dunia dengan tujuan imperialisme-kolonialisme. 

Ketiga, karena lebih mudah dilakukan berkat bantuan kaki tangan mereka dari kalangan umat islam sendiri, inilah ‘virus’ yang sangat berbahaya, mereka menggerogoti ‘organ- organ' penting agama ini yang mengakibatkan hancur dari dalam. Penganut liberalisme dari kaum muslimin sendiri termasuk ke dalam ‘virus’ hina ini, karna mereka mengusung ide yang bertentangan dengan islam, memuja kebebasan termasuk kebebasan menafsirkan Al-Qur’an sekehendak udel mereka, berkiblat pada barat, mengusung ide-ide yang beasal dari barat.

Keempat, Hasilnya lebih memuaskan karena melanggengkan penjajahan barat terhadap dunia islam.Pemimpin- pemimpin negeri muslim yang berkiblat pada barat dengan mudah ‘di kontrol’ oleh mereka, bahkan menjadi boneka mereka yang menjalankan pemerintahan di bawah perintah asing (barat). Inilah yang melanggengkan cengkeraman barat di dunia islam. 

Adapun sasaran-sasaran yang ingin dicapai dalam melakukan ghazwul fikri antara lain:

Pertama, adalah mendangkalkan Aqidah kaum muslimin hingga pemurtadan.
Kedua, menumbuhkan keraguan terhadap ajaran islam. Yang mereka lakukan adalah mengobok-obok hukum Islam , mereka menyebutkan hukum  islam sudah ketinggalan jaman tidak bisa diterapkan lagi dalam kehidupan sekarang. Tidak sedikit dari umat ini yang berpandangan sama seperti barat, namun mereka bukan dari kalangan SEPILIS (Sekulerisme, Pluralisme, liberalisme).

Ketiga, mereka menciptakan sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan). Mereka mengatakan Agama tidak perlu dibawa-bawa dalam aktifitas keseharian dan khususnya politik. Selain karna sekulerisme memang asas mereka yang mereka jadikan sebagai qaidah fikriyah(kaedah berpikir) dan qiyadah fikriyah (kepemimpinan berpikir) mereka juga bertujuan melemahkan dan menghancurkan Islam ini dengan cara menjauhkan kaum muslimin dari agamanya.

Keempat, menumbuhkan Islamphobia baik pada kalangan (umat) islam maupun kalangan non-islam. Mereka ‘menciptakan’ ide “Perang melawan Teroris” dan yang mereka ‘jadikan sebagai teroris’ adalah umat islam yang berjuang untuk menegakkan Panji-panji Laillahaillallah di muka bumi ini dan negeri-negeri nya.

Kelima, merusak moral kaum muslimin. Mereka merusak moral kaum muslimin dengan cara ‘memperkenalkan’ pergaulan bebas, free sex, Clubbing, lagu cengeng tentang putus cinta, jatuh cinta, budaya pacaran dan segudang aktifitas lainnya yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini khususnya anak muda.

Keenam, memecah belah persatuan umat islam. Mereka memakai pisau analis yang ‘membagi-bagi’ kaum muslimin terdiri dari; Islam Radikal atau Islam Fundamentalis, Tradisionalis dan Islam moderat. Kaum muslimin yang menentang barat, barat kelompokan kedalam Islam Fundamentalis atau Islam Radikal, sementara kaum muslimin yang ‘wellcome ‘ terhadap barat mereka kelompokkan kedalam Islam Moderat. Inilah contoh kecil yang Barat lakukan dalam memecah belah kaum muslimin. Kita harus selalu waspada jangan sampai kita ‘merasa’ bagian dari salah satu ‘kelompok’ yang barat ciptakan di atas dan menganggap yang berbeda ‘kelompok’ adalah musuh.

Dan yang ketujuh, adalah melanggengkan kolonialisme baru di tengah dunia islam. Mereka menjajah, merampas kekayaan negeri muslim untuk kepentingan negara mereka. Mereka ‘membeli’ orang yang berpengaruh dalam negaranya agar dijadikan kacung-kacung (antek2) mereka. Dengan cara seperti itu mereka dapat mengendalikan negeri muslim karna para penguasanya telah mereka ‘beli’.

 

 

 

Ditulis oleh:

UP3AI PIM GAB07 ( Yundari, Nayla Shahira, Putri Inda Marliandy, Mirna Maulida, Nailul Muna, Muharrina Fadhilah, Chamisna Wulandari, Cut Dara , Rifa Humaira

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fungsi Dan Tujuan Penilaian Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Pengertian tokoh antagonis, protagonis dan tritagonis dalam cerita

Metode Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini. Ceramah, Demonstrasi, Simulasi, Bermain, Karya Wisata