Media Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti berarti tengah perantara atau pengantar. Media dalam proses pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Berbagai penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media dalam pembelajaran sampai pada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar pada siswa menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pembelajaran tanpa media dengan pembelajaran menggunakan media. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran.
Peran media dalam pembelajaran khususnya dalam pendidikan anak usia dini semakin penting artinya mengingat perkembangan anak pada saat itu berada pada masa berfikir konkrit. Oleh karena itu salah satu prinsip pendidikan untuk anak usia dini harus berdasarkan realita artinya bahwa anak diharapkan dapat mempelajari sesuatu secara nyata. Dengan demikian dalam pendidikan untuk anak usia dini harus menggunakan sesuatu yang memungkinkan anak dapat belajar secara konkrit. Prinsip tersebut mengisyaratkan perlunya digunakan media sebagai saluran penyampai pesan-pesan pendidikan untuk anak usia dini. Seorang guru pada saat menyajikan informasi kepada anak usia dini harus menggunakan media agar informasi tersebut dapat diterima atau diserap anak dengan baik dan pada akhirnya diharapkan terjadi perubahan-perubahan perilaku berupa kemampuan-kemampuan dalam hal pengetahuan, sikap, dan keterampilannya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian media pembelajaran anak usia dini?
2. Apa saja fungsi media dalam pembelajaran anak usia dini?
3. Apa sajakah manfaat media dalam pembelajaran anak usia dini?
4. Bagaimana jenis-jenis media dalam pembelajaran anak usia dini?
5. Bagaimanakah cara pemilihan media dalam pembelajaran anak usia dini?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran anak usia dini.
2. Untuk mengetahui fungsi media pembelajaran anak usia dini.
3. Untuk mengetahui manfaat media dalam pembelajaran anak usia dini.
4. Untuk mengetahui jenis-jenis media dalam pembelajaran anak usia dini.
5. Untuk mengetahui Bagaimana cara memilih media dalam pembelajaran anak usia dini.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media pembelajaran AUD
Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah memiliki arti antara perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Terkait dengan pembelajaran, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian anak didik untuk tercapainya tujuan pendidikan.
Pengertian media pembelajaran menurut para ahli, diantaranya:
1. Briggs (1970)
Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan materi pelajaran.
2. Schramn (1997)
Media pembelajaran merupakan teknologi pembawa informasi yang dapat dimanfaastkan untuk proses belajar mengajar.
3. Hamidjojo dalam Latuheru (1993)
Media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebarkan ide gagasan atau pendapat sehingga ide atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju.
Dari berbagai pendapat tentang pengertian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian media dalam pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikatif yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan/ informasi dari sumber kepada anak didik yang bertujuan agar dapat merangsang pikiran, perasaan, minat dan perhatian, anak didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
B. Fungsi Media Pembelajaran AUD
Media dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media itu digunakan untuk perorangan atau kelompok atau kelompok pendengar yang besar jumlahnya yaitu:
1. Minat atau tindakan.
2. Menyajikan informasi.
3. Memberi instruksi, untuk memenuhi fungsi motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan, hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan merangsang para siswa atau pendengar untuk bertindak. (turut memikul tanggung jawab) melayani secara sukarela, atau memberikan sumbangan material). Pencapaian tujuan akan mempengaruhi sikap, nilai dan emosi (Arsyad: 2009).
Dengan demikian, dalam proses pembelajaran, media memiliki manfaat sebagai pembawa informasi dari sumber (guru) menuju penerima (anak). Sedangkan metode adalah prosedur untuk membantu siswa dalam menerima dan mengolah informasi guna mencapai tujuan pembelajaran.
C. Manfaat Media Pembelajaran AUD
Dalam kegiatan interaksi antara siswa dengan lingkungan, manfaat media dapat diketahui berdasarkan adanya kelebihan media dalam proses pembelajaran. Berbagai kajian teoritik maupun empirik menunjukkan kegunaan media dalam pembelajaran sebagai berikut:
1. Media mampu memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak kita, sehingga otak kita dapat berfungsi secara optimal.
2. Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh anak.
3. Media dapat malampaui batas ruang kelas.
4. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara anak dan lingkungannya.
5. Media menghasilkan keseragaman pengamatan.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motiivasi dan merangsang untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari sesuatu yang konkrit maupun abstrak.
9. Media memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mandiri, pada tempat dan waktu secara kecepatan yang ditentukan sendiri.
10. Media meningkatkan kemampuan keterbacaan baru (new literacy), yaitu kemampuan untuk membedakan dan menafsirkan objek, tindakan, dan lambang yang tampak, baik yang alami maupun buatan manusia yang terdapat dalam lingkungan.
11. Media mampu meningkatkan efek sosialisasi, yaitu dengan meningkatkan kesadarana kan dunia sekitar. l) Media dapat meningkatkan kemampuan ekspresi diri guru dan anak. (Miarso, 2005)
D. Jenis- jenis Media Pembelajaran AUD
a. Media visual/media grafis adalah media yang hanya dapat dilihat. Jenis media visual ini tampaknya yang paling sering digunakan oleh guru pada lembaga pendidikan anak usia dini untuk membantu menyampaikan isi dari tema pendidikan yang sedang dipelajari.
b. Media audio adalah berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangakan ke dalam lambanglambang auditif, baik verbal (lisan), maupun non verbal. Ada beberapa jenis media yang dapat dikelompokkan dalam media audio yaitu; radio, alat perekam pita magnetik, piringan hitam dan laboraturium bahasa.
c. Media proyeksi diam (audio-visual) yaitu, mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti menyajikan rangsanganrangsangan visual. Perbedaannya adalah pada media grafis dapat berintegrasi secara langsung dengan pesan media bersangkutan, sedangkan pada media proyeksi diam terlebih dahulu harus diproyeksikan dengan proyektor agar dapat dilihat oleh sasaran, adakalanya media ini disertai dengan rekaman audio, tetapi ada pula yang hanya visual saja. Beberapa jenis media proyeksi diam antara lain: film bingkai, film rangkai, media transparansi, proyektor tak tembus pandang, mikrofis, film, film gelang, televisi, video, permainan (game), dan simulasi.
E. Pemilihan Media Pembelajaran AUD
Pemilihan media pembelajaran bukanlah hal yang sederhana meskipun tidak perlu dipandang rumit. Maknanya ialah perlunya pengetahuan wawasan, pengetahuan dan keterampilan guru dalam melakukannya dengan tepat, sehingga keputusan yang diambil sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Pada dasarnya pertimbangan untuk memilih suatu media sangatlah sederhana yaitu dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak. Mc. Connel (dalam Sadiman, 1993) mengatakan bila media itu sesuai pakailah, “If Medium Fits, Use It!”. Yang menjadi pertanyaan adalah apa ukuran atau kriteria kesesuaian tersebut. Beberapa faktor perlu dipertimbangkan, misalnya: tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, karakteristik siswa atau sasaran, jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio, visual, gerak, dan seterusnya), keadaan latar atau lingkungan, kondisi setempat dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma atau kriteria keputusan pemilihan.
Dalam konteks pemilihan media pembelajaran untuk anak usia dini, beberapa dasar pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media pembelajaran tersebut diantaranya adalah :
1. Media pembelajaran yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan pemakai (anak usia dini) yang dilayani serta mendukung tujuan pembelajaran.
2. Media pembelajaran yang dipilih perlu didasarkan atas azas manfaat, untuk apa dan mengapa media pembelajaran tersebut dipilih.
3. Pemilihan media pembelajaran hendaknya berposisi ganda baik berada pada sudut pandang pemakai (guru, anak) maupun dari kepentingan lembaga. Dengan demikian kepentingan kedua belah pihak akan terpelihara dan tidak ada yang dirugikan manakala kepentingan masing-masing ada yang kurang selaras.
4. Pemilihan media pembelajaran harus didasarkan pada kajian edukatif dengan memperhatikan kurikulum yang berlaku, cakupan bidang pengembangan yang dikembangkan, karakteristik peserta didik serta aspek-aspek lainnya yang berkaitan dengan pengembangan pendidikan dalam arti luas.
5. Media pembelajaran yang dipilih hendaknya memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditentukan antara lain relevansi dengan tujuan, persyaratan fisik, kuat dan tahan lama, sesuai dengan dunia anak, sederhana, atraktif dan berwarna, terkait dengan aktivitas bermain anak serta kelengkapan yang lainnya.
6. Pemilihan media pembelajaran hendaknya memperhatikan pula keseimbangan koleksi (well rounded collection) termasuk media pembelajaran pokok dan bahan penunjang sesuai dengan kurikulum baik untuk kegiatan pembelajaran maupun media pembelajaran penunjang untuk pembinaan bakat, minat dan keterampilan yang terkait.
7. Untuk memudahkan memilih media pembelajaran yang baik perlu kiranya menyertakan alat bantu penelusuran informasi seperti katalog, kajian buku, review atau bekerjasama dengan sesama komponen fungsional seperti guru-guru atau kepada pimpinan lembaga PAUD dalam forum KKG (kelompok kerja guru), misalnya para guru dari berbagai lembaga PAUD dimungkinkan untuk saling tukar informasi mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan peningkatan proses belajar mengajar (PBM) dan tentang kondisi keberadaan media pembelajara yang diperlukan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Terkait dengan pembelajaran, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan dan perhatian anak didik untuk tercapainya tujuan pendidikan.
Dengan adanya media pembelajaran guru hendaknya dapat mengajarkan ke peserta didik agar semua aspek perkembangannya berkembang dengan baik. Media pembelajaran juga memudahkan dalam proses belajar di pendidikan Anak Usia Dini.
Setiap media pembelajaran memiliki keunggulan masing-masing, maka dari itulah kita diharapkan dapat memilih media yang sesuai dengan kebutuhan atau tujuan pembelajaran. Dengan harapan bahwa penggunaan media akan mempercepat dan mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2017. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PGTK/197010221998022-CUCU_ELIYAWATI/MEDIA_PEMBELAJARAN_ANAK_USIA_DINI-PPG_UPI.pdf
http://repository.uinsu.ac.id/224/26/ISI%20MEDIA%20PEMBELAJARN%20ANAK%20USIA%20DINI.pdf
Komentar
Posting Komentar